Pemberdayaan Masyarakat dalam Deteksi dan Pencegahan Percobaan Bunuh Diri di Mojosongo
Community Empowerment in Detection and Prevention of Suicide Attempts in Mojosongo
DOI:
https://doi.org/10.64621/hjics.v2i1.58Keywords:
bunuh diri, Pencegahan, gatekeeper, Pemberdayaan, masyarakatAbstract
Latar Belakang: Bunuh diri merupakan masalah kesehatan mental global yang terus mengalami peningkatan setiap tahun dan menjadi perhatian serius di berbagai negara. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai deteksi dini dan upaya pencegahan bunuh diri menyebabkan keterlambatan penanganan individu berisiko. Pelatihan gatekeeper menjadi salah satu strategi berbasis komunitas yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam mendeteksi risiko bunuh diri. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu PKK mengenai deteksi dini dan pencegahan percobaan bunuh diri di Kelurahan Mojosongo. Metode: Metode yang digunakan meliputi pendidikan masyarakat, pelatihan, dan pendampingan dengan pendekatan gatekeeper menggunakan metode QPR (Question, Persuade, Refer). Kegiatan dilaksanakan pada bulan November 2025 dengan jumlah responden sebanyak 60 orang yang terdiri dari kader kesehatan, ibu PKK, dan tokoh masyarakat. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, pelaksanaan penyuluhan, simulasi, diskusi, dan evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil: Kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai tanda risiko bunuh diri, faktor protektif, serta langkah pertolongan pertama pada individu berisiko. Nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 63,4 sebelum intervensi menjadi 84,7 setelah pelatihan. Peserta juga menunjukkan sikap positif dan kesiapan dalam melakukan deteksi dini di lingkungan masyarakat. Kesimpulan: Pelatihan gatekeeper efektif meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam upaya deteksi dini dan pencegahan percobaan bunuh diri. Program ini diharapkan menjadi upaya promotif dan preventif berkelanjutan dalam meningkatkan kesehatan mental masyarakat.
Downloads
References
Aldrich, R. S., Wilde, J., & Miller, E. (2018). The effectiveness of QPR suicide prevention training. https://doi.org/10.1177/0017896918786009
Hawgood, J., Koo, Y. W., Sveticic, J., De Leo, D., & Kõlves, K. (2021). Wesley LifeForce Suicide Prevention Gatekeeper Training in Australia: 6 Month Follow-Up Evaluation of Full and Half Day Community Programs. Frontiers in Psychiatry, 11, 1–8. https://doi.org/10.3389/fpsyt.2020.614191
Holmes, G., Clacy, A., Hamilton, A., & Kõlves, K. (2023). Effectiveness of suicide prevention gatekeeper training: 12-month follow-up of SafeTALK training to community members. Australasian Psychiatry, 31(6), 835–840. https://doi.org/10.1177/10398562231205132
Liu, H., Zheng, C., Cao, Y., Zeng, F., Chen, H., & Gao, W. (2025). Gatekeeper training for suicide prevention: a systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. BMC Public Health, 25(1), 1–19. https://doi.org/10.1186/s12889-025-21736-1
Prasetya, H., Heryyanoor, H., & Febriana, A. (2021). Audio Hypno-Analgesia Intervention Effect On Pain Levels During Wound Treatment At JR Care Nursing Practice. JKG (Jurnal Keperawatan Global), 6(1), 47–54. https://doi.org/10.37341/jkg.v0i0.283
Putri, A. K., McGrath, M., Batchelor, R., Ross, V., Krysinska, K., Hawgood, J., Kõlves, K., Reifels, L., Pirkis, J., & Andriessen, K. (2025). Strategies and evaluation underpinning the implementation of suicide prevention training: a systematic review. BMC Public Health, 25(1). https://doi.org/10.1186/s12889-025-21999-8
Riset Kesehatan Dasar. (2020). Laporan Provinsi Kalimantan Selatan RISKESDAS.
WHO. (2021). Suicide worldwide in 2021: Global health estimates.
Yusuf, A., Fitryasari, R., & Nihayati, H. E. (2020). Buku Ajar Keperawatan Kesehatan Jiwa. Jakarta: Salemba Medika.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Situasi Kesehatan Jiwa di Indonesia.
Febriana, A., & Widyatuti, W. (2022). Pelatihan dan Pendampingan Konselor Sebaya Dalam Upaya Pencegahan Perilaku Seksual Berisiko Pada Remaja. Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(4), 777–783.
Hardiyanti, D., Pertiwi, M. R., & Heryyanoor, H. (2022). Community empowerment in using virgin coconut oil (LALAAN) as pruritus therapy. Community Empowerment, 7(10), 1781–1786.
Heryyanoor, H., Restu Pertiwi, M., & Hardiyanti, D. (2023). Sosialisasi Penerapan Kepemimpinan Situasional Berbudaya Organisasi untuk Meningkatkan Kinerja Perawat. Jurnal SOLMA, 12(2), 546–554.
Maulana, I., Yuliana, I., Heryyanoor, H., Ifansyah, M. N., Suwarno, A., Rahman, L. A., & Agung, N. S. (2022). Training of modern circumsision with super ring method on circumcision practices in Banjar District, South Kalimantan. Community Empowerment, 7(9), 1494–1499.
Sumiwi, M. E. (2024). Angka Kasus Bunuh Diri di Indonesia Meningkat 60% dalam 5 Tahun Terakhir.
Wexler, L., White, L., Ginn, J., Schmidt, T., Rataj, S., Wells, C. C., Schultz, K., Kapoulea, A., Mceachern, D., & Habecker, P. (2025). Mengembangkan efikasi diri dan ’ komunitas praktik ’ antara mitra komunitas dan institusional untuk mencegah bunuh diri dan meningkatkan kesehatan mental di komunitas yang kurang mampu : memperluas konstruksi penelitian untuk pencegahan hulu . BMC Kesehatan Masyarakat RISET, https://doi.org/ 10.1186/s12889-025-22465-11–12.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Siti Khadijah, Martono Martono, Dwi Ariani Sulistyowati (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






